Andrea Pirlo

Andrea Pirlo Si Pendiam Nan Serius

by Slot Mesin Online on June 28, 2012

Andrea Pirlo adalah salah seorang pemain Italia yang dianggap pendiam. Pemain berusia 33 tahun ini dikenal sangat serius, dan garis–garis usia diwajahnya menambah kesan keseriusannya tersebut. Tidak hanya dalam kesehariannya, ia juga sangat serius ketika berada di lapangan dan merupakan seorang regisseur yang sangat cerdik dan meyakinkan.

Sebagai regisseur, pemain Italia yang satu ini tau bagaimana cara mengatur irama permainan rekan – rekan satu timnya. Berdasarkan pengamatan agen sbobet terpercaya, Andrea Pirlo dapat mengarahkan rekan–rekannya untuk bermain defensif, dan sewaktu–waktu dapat membuat timnya berubah menjadi tim yang sangat ofensif ketika ia memainkan perannya.

Andrea Pirlo juga dikenal dengan passing – passingnya yang sangat tajam dan persis. Berdasarkan catatan agen sbobet terpercaya, pada saat melawan Inggris, dalam rentang waktu 129 menit, ia menciptaka 146 kali operan dan 32 diantara umpan panjangnya, 25 kali dengan tepat menyasar di kaki rekan yang ditujunya. Kemampuannya ini bisa dikatakan sangat luar biasa.

 

Andrea Pirlo Memiliki Intuisi Akan Keindahan

 

Dan tidak hanya itu, Andrea Pirlo dikenal dengan intuisinya akan keindahan. Hal ini sama – sama bisa kita saksikan pada saat ia melakukan tendangan penalti ke gawang kiper tim nasional Inggris Joe Hart. Tendangan penalti yang begitu indah dan intuitif yang dihasilkannya ini adalah yang pertama setelah tendangan Antonin Penenka dari Cekoslwakia mengecoh gawang Sepp Maier dari Jerman pada euro 1976 silam.

Bahkan Roy Hodgson pelatih tim nasional Inggris memberikan selamat kepada Pirlo. Menurutnya, sebuah kesebelasan membutuhkan pemain dengan tipe yang dingin dan jernih layaknya Pirlo, yang mampu mengubah penalti menjadi gol yang tidak bisa dilakukan dengan latihan sekeran apapun. Ia menambahkan bahwa Pirlo tidak berlatih akan tetapi ia berintuisi dalam bermain bola, dan Hodgson mengakui kekagumannya terhadap Pirlo.

Christian Karembeu mantan pemain juara dunia Prancis menambahkan bahwa Andrea Pirlo bagaikan seniman yang dengan intuisinya berhasil memainkan bola sebagai sebuah seni. Maka Pirlo memang layak dinobatkan sebagai man of the match pada malam itu. Akan tetapi, Pirlo sendiri tidak peduli dengan pujian. Baginya yang penting adalah bagaimana ia dan rekan – rekannya bisa menghadapi Jerman pada saat semifinal yang akan dilangsungkan Jumat dini hari nanti.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: