Sirkuit F1 Korea

Bandar Bola – Panitia Pelaksana F1 GP Korea Alami Kerugian

by Slot Mesin Online on November 22, 2012

Bandar Bola memperhatikan bahwa penyelenggaraan F1 GP Korea pada bulan Oktober lalu ternyata kurang begitu sukses dari segi finansial dan kabarnya panitia penyelenggara mengalami kerugian hingga 36 juta dollar AS atau sebesar Rp 347,5 miliar. Bandar Bola menerima kabar tersebut usai menghimpun pernyataan dari pihak panitia pelaksana GP Korea, hari Rabu tanggal 21 November 2012).

Dari hasil pantauan Bandar Bola, kondisi tersebut rupanya membuat masa depan F1 GP Korea dipertanyakan. Terlebih lagi, semenjak menjadi daftar dalam kalender FIA pada tahun 2010, F1 GP Korea belum juga menguntungkan. Satu-satunya hal positif adalah pada gelaran F1 GP 2012, panitia pelaksana lebih sedikit dalam hal mengeluarkan biaya ketimbang pada dua gelaran sebelumnya.

Dalam gelaran perdana di tahun 2010, mereka mengalami kerugian operasional hingga mencapai 72,6 miliar won dan pada tahun 2011 mencapai angka 61 miliar won. Sementara untuk tahun ini mereka rugi lebih sedikit yaitu sebesar 39,4 miliar won. Kerugian tersebut masih muncul kendati balapan ini ditopang dengan dana Provinsi Jeolla Selatan tempat di mana sirkuit Yeongnam berada.

“Cuma karena kerugian menurun, saya tidak yakin dapat mengatakan balapan pada tahun ini sukses. Kita butuh berbagai langkah mendasar guna mengubah kondisi tersebut,” ucap Seo Dong-wook yang merupakan salah seorang anggota Dewan dari Provinsi Jeolla Selatan, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap yang berhasil Bandar Bola himpun

Bandar Bola: GP Korea Diragukan Akan Dilanjutkan Ke Depannya

 

Pada F1 GP Korea tahun 2011, panitia pelaksana memperingatkan agar ajang ini bisa jadi tidak bakal dilanjutkan lantaran mengalami kerugian yang terlalu besar, kendati bos Formula 1 yakni Bernie Ecclestone menawarkan sebuah kontrak yang lebih murah. Bandar Bola memantau, pada perjanjian awal, Korea Selatan bakal menjadi salah satu penyelenggara dalam balapan F1 hingga musim 2016, dengan opsi memperpanjang kontrak sepanjang lima tahun.

Para promotor pun berpendapat keuntungan jangka panjang dalam urusan peningkatan jumlah wisatawan domestic & asing dan citra bangsa di mata dunia internasional tak dapat dibandingkan dengan kerugian pada tiap penyelenggaraan.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: