Mario Mandzukic

Bantahan Mario Mandzukic Soal Selebrasi Gol Ke Gawang Nurnberg

by Slot Mesin Online on November 20, 2012

Mario Mandzukic striker Bayern Muenchen asal Kroasia yaitu tercatat mencetak gol dalam pertandingan bundesliga saat melawan Nurnberg, di Stadion Nurnberg, hari Sabtu (17 November 2012), yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Dari hasil pantauan Taruhan Bola, Mandzukic merayakan gol nya dengan berlari ke pinggir lapangan sambil mengangkat tangan tangan hingga ke dahi, layaknya salam hormat militer. Beberapa kalangan mengaitkan selebrasi gol Mandzukic tersebut dengan keputusan pengadilan banding yang terjadi di Den Haag, pada hari Jumat (16 November 2012) terhadap 2 mantan petinggi militer di Kroasia, Mladen Markac dan Ante Gotovina.

Salah satu yang mengaitkan selebrasi Mario Mandzukic dengan hal tersebut yaitu Ivan Cvetkovic yang tak lain adalah manajernya. “Saya sangat bangga kepada Mario dan juga bahagia dengan cara nya merayakan gol tersebut, menjadi satu bersama semua orang Kroasia dalam kegembiraan dikarenakan kembalinya 2 jenderal. Harian Serbia yakni Blic, menuliskan, “Sejumlah atlet mempergunakan keputusan di Den Haag guna mempermalukan Serbia melalui selebrasi yang tidak sepantasnya. Akan tetapi Mario Mandzukic sendiri menegaskan bahwa selebrasi tersebut tidak ada kaitannya dengan unsur politik. “Aku cuma berlari menuju tribun untuk memberi salam pada para suporter kami,” ungkap Mario Mandzukic.

 

Komentar Xerdan Shaqiri Terhadap Mario Mandzukic

 

Pernyataan Xerdan Shaqiri, yang tampak ikut merayakan selebrasi gol Mario Mandzukic. “Aku tidak tahu menahu soal jenderal dari Kroasia yang dimaksud. Aku melihat Mario dan aku ikut merayakan gol tersebut dengannya. Saya sama sekali tak tahu apa yang hendak ia sampaikan, akan tetapi kita semestinya tak menginterpretasikan itu secara berlebihan,” pungkas Uli Hoeness selaku Presiden Bayern Munchen.

Perlu diketahui bahwa pada tahun 2011, Mladen Markac dan Ante Gotovina dinyatakan bersalah karena sudah melakukan kejahatan perang di Serbia di era 1990an oleh Mahkamah Kejahatan Perang. Lalu Gotovina dihukum penjara selama 24 tahun, dan Markac dihukum penjara selama 18 tahun. Pengadilan pada saat itu menyatakan bahwa Markac dan Gotovina terlibat dalam sebuah konspirasi yang dipimpin oleh Franjo Tudjman (mantan Presiden Kroasia) untuk mengusir para warga Serbia. Dan pada hari Jumat (16 November 2012), pengadilan banding di Den Haag akhirnya membatalkan hukuman tersebut, usai menilai penuntut gagal untuk membuktikan keterlibatan kedua nama tersebut dalam konspirasi tersebut.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: