Post image for Buruh Mogok, Perusahaan Terancam

Buruh Mogok, Perusahaan Terancam

by Bandar Bola on November 6, 2013

Buruh masih terus berdemo menuntut kenaikan UMP yang dirasa sebagian masyarakat tak masuk akal. Terkait hal tersebut, banyak perusahaan yang merasa dirugikan karena terganggunya sistem operasional mereka. Manajemen seluruh perusahaan yang diwakili oleh HRD Club Kawasan Berikat Nusantara Cakung di Cilincing, Jakarta Utara mengutarakan keresahannya atas aksi mogok kerja dan sweeping para buruh yang telah berlangsung beberapa hari terakhir. Mereka memberikan ancaman bahwa mereka akan hengkang dari KBN jika aksi serupa masih akan berlangsung kembali.

Berdasarkan keterangan dari Bambang Heriyanto yang disampaikan kepada bandar bola sbobet, Ketua HRD Club KBN, saat ini terdapat 71 perusahaan yang beroperasi di kawasan KBN Cakung, dan mayoritas perusahaan tersebut bergerak di bidang garmen. Beberapa waktu yang lalu, sekitar 20 perusahaan sudah memutuskan untuk menutup usahanya. Rata-rata alasannya adalah karena tingginya beban operasional mereka dan juga karena tak adanya jaminan keamanan bagi mereka.

Para Pengusaha Mengancam Akan Pindah Dari KBN, Bila Buruh Masih Mogok

Bambang Heriyanto juga menyatakan bahwa saat ini rata-rata perusahaan di KBN memproduksi 8.000 – 12.000 potong produk garmen setiap harinya. Akan tetapi karena aksi mogok kerja selama dua hari terakhir ini, hampi seluruh perusahaan tersebut sama sekali tak bisa melakukan operasi. Dengan estimasi bahwa harga tiap potong pakaian tersebut seharga 2 dollar AS, tentu saja kerugian yang ditanggung oleh para perusahaan tersebut terhitung sangat besar. Walau tak semua karyawan bandar bola yang turut serta dalam demo tersebut, namun para karyawan yang masih bekerja pun tak lagi bisa berkonsentrasi hingga kinerja mereka pun menurun.

Saat ini, manajer HRD dari tiap perusahaan tersebut meminta pengamanan pada pengelola KBN untuk membantu mereka menjaga stabilitas dan jaminan kenyamana bagi para investor. Karena mereka khawatir aksi mogok massal yang dilakukan serikat pekerja bisa berakibat hilangnya kepercayaan pembeli akibat keterlambatan produksi. Selain itu Bambang juga menyatakan, bahwa bila saja KBN tak dapat menjamin keamanan, mereka akan pindah dari KBN secara massal.

Beberapa hari belakangan buruh memang melakukan aksi mogok kerja nasional. Mereka menuntut pemerintah untuk menaikkan upah minimum sebesar 50 persen. Bahkan di Jakarta para buruh menuntuk kenaikan upah minimum menjadi 3,7 juta rupiah. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo hari ini telah menandatangani surat keputusan yang menetapkan upah minimum provinis DKI Jakarta pada tahun 2014 menjadi senilai Rp. 2.441.000,-.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: