Kandang Koloni Lovebird

Cara Pembiakan atau Beternak Lovebird

by Slot Mesin Online on February 11, 2013

Cara pembiakan atau beternak Lovebird kita harus bisa membedakan biang Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Lovebird termasuk burung yang sulit dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan fisik dan warna. Cara yang paling efektif dengan melihat kedua capit udang dibawah duburnya. Lovebird jantan cenderung keras, lancip dan rapat sedangkan betina cenderung lembek, tumpul dan lebar. Tanda yang paling gampang dikenali, Lovebird betina dalam kondisi birahi akan mengumpulkan bahan sarang diantara kedua sayapnya sebelum dibawa ke kotak sarang.

Burung lovebird juga harus diberikan makanan sehat denganberagam menu. Campuran pelet atau benih berkualitas baik dengan kombinasi sayuran segar, buah-buahan segar dan biji-bijian yang sehat. Untuk memacu birahi, selain kwaci, toge, jagung muda dan sawi terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.

 

Persiapan Pembiakan Lovebird

 

Lovebird dibiakkan saat mereka telah matang sekitar usia satu tahun. Lovebird yang berkembang biak dini bisa menyebabkan mereka belum bisa mengasuh anak dan akan menimbulkan masalah bagi pemula.  Lovebird mengalami puncak masa perkawinan di musim panas. Akan tetapi lovebird memerlukan kelembaban yang tinggi di sarangnya selama mengerami. Untuk itu air bersih harus selalu disediakan, bersama buah dan sayuran segar dengan porsi lebih banyak dari sebiasanya.

Setelah lovebird selesai membuat sarang, perkawinan akan terjadi berulang ulang dan setelah 3-5 hari kemudian biasanya telur sudah ada di sarang. Betina akan berada di dalam sarang selama berjam-jam sebelum telur diletakkan. Jangan sedikitpun mengganggu proses ini. Setelah telur pertama , telur berikutnya dikeluarkan setiap dua hari hingga selesai biasanya 4-6 telur.

Telur selama 21-23 hari, dan biasanya akan dijaga dengan extra dari pejantan. Sebelum menetas, anak-anak lovebird membuat  lubang kecil untuk mereka bernapas. Mereka akan menetas 12-24 jam kemudian.

Anak Lovebird

Jangan mengusik lovebird yang baru menetas karena mereka sangat rapuh dan kadang kadang induk lovebird akan merasa terancam dan membunuh anaknya sendiri dan memakannya. Induk lovebird akan merawat mereka dengan muntahan berisi cairan bergizi yang mengandung enzim pencernaan.

Jangan pernah mencoba menyuapi anak burung dengan tangan. Gunakan sendok makan atau gunakan pipet. Hati-hati dan bersiaplah untuk bekerja  lebih jika  anda memilih menyuapi mereka sendiri.
Umur 4 minggu  anak lovebird mulai ditumbuhi bulu dan berlatih terbang, mendaki, dan bermain dengan benda di dalam kandang. Sang ibu akan mengajarkan mereka untuk makan sendiri pada sekitar 8 minggu. Lovebird jantan juga mengajari anaknya mencoba makanan biasa.

Burung muda segera dipindahkan setelah mereka bisa mandiri karena ada beberapa  induk yang dapat membahayakan mereka. Istirahatkan pasangan lovebird beberapa hari dan keluarkan kotak sarang, bersihkan dan sterilkan kembali. Lovebird akan menghasilkan bibit anak burung yang maksimal jika diternakkan sekali setahun.

 

PERMASALAHAN DALAM PEMBIAKAN  ATAU BETERNAK LOVEBIRD

 

Tidak Mau jodoh

Kadang kita merasa kesal karena indukan tidak mau bersatu. Perhatikan kembali karena kadang mereka berkelamin sama atau belum dalam masa birahi. Faktor lain juga karena lingkungan atau kandang yang tidak mendukung. Kesabaran merupakan faktor utama untuk hal ini.

 

Telur Tidak Menetas

Telur tidak meneteas biasa dikarenakan indukan yang mandul, kurang nutirisi, atau bahkan telur tidak dierami dan infeksi bakteri. Jika ada  1 atau 2 telur yang tidak menetas apalagi telur terakhir anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut wajar karena di alam liar sekalipun hal tersebut sering terjadi.

 

Cacat Kaki.

Lovebird tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna yang dapat disebabkan karena bahan sarang kurang mencukupi sehingga dasar berpijak licin. Glodok yang beralaskan papan triplek juga bisa membuat alas menjadi licin. Gunakan papan yang belum diserut sebagai bahan dasar glodok.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: