Makam soeharto

Fakta Di Balik Makam Pak Harto

by Slot Mesin Online on March 2, 2013

Presiden Soeharto yang meninggal dunia pada tanggal 27 Januari 2008 lalu ternyata sudah berwasiat untuk tempat makam yang akan dipilihnya jauh-jauh hari sebelum itu. meski ia memiliki hak untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, namun suami dari ibu Tien ini lebih memilih berbaring di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun alasan utama presiden kedua Republik Indonesia ini memilih tempat pembaringan terakhir agar ia bisa berdekatan dengan sang istri yang pusaranya berada di tempat yang sama.

Berbicara tentang Astana Giri Bangun, tempat pemakanman ini berdiri di atas sebuah bukit yang tepat berada di bawah Astana Mangadeg yang tidak lain adalah komplek pemakaman para penguasa Mangkunegaran, salah satu pecahan Kesultanan Mataram. Astana Giri Bangun berdiri pada 666 meter dpl. Wasit Soeharto itu dibaca Bandar Bola dalam buku otobiografinya yang berjudul ‘Ucapan dan Tindakan Saya’ terbitan 1989. Di halaman 561 dituliskan bahwa Astana Giribangun adalah makam keluarga yang dipilihnya sebagai tempat peristirahatan terakhir. Dan terakhir, Soeharto juga sempat membantah gunjingan rakyat yang menyebutkan bahwa makam keluarga Presiden Soeharto menghiasi makam keluarga itu dengan emas. Menurutnya, segala isu itu terlalu dilebih-lebihkan lantaran makam itu hanya berlantai batu pualam asal Tulung Agung, kayu-kayu berkualitas agar tak cepat roboh, dan juga pintu besi yang dipatung oleh pematung terkenal, G Sidharta.

 

Ledakan Saat Penggalian Makam

 

Saat RS Pertamina tempat Presiden Soeharto dirawat mengumumkan bahwa penerus Presiden Soekarno tersebut telah wafat, maka Bupati Karanganyar langsung sigap mempersiapkan pemakaman Presiden Soeharto. Keesokan harinya sebelum tanah makam digali, segenap oknum pemerintahan mengadakan upacara bedah bumi yang dipimpin oleh Begug Purnomosidi sebagai bentuk permintaan izin pada Tuhan agar arwah yang bersangkutan diterima. Dan suatu fakta mengagetkanpun terkuak dalam buku berjudul ‘Pak Harto Untold series’ halaman 344.

Dalam halaman itu, Sukirno yang merupakan penggali makam sekaligus juru kunci makam mengatakan bahwa pada saat hantaman linggis ketiga saat penggalian makam, terdengar bunyi “duarrrrr” seperti layaknya bom yang bergema di atas kepala hadirin disana. Ledakan itu tidak seperti petir, namun lebih mirip dengan bom yang tidak berefek apa-apa pada lingkungan sekitar. Bunyi tersebut hanyalah dentuman tanpa bekas yang dianggap sebagai sinyal penerimaan bumi pada jasad Presiden Soeharto.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: