Fauzi Bowo

Fauzi Bowo Mendapat Penolakan Dari PPI Jerman

by Bandar Bola on September 19, 2013

Fauzi Bowo atau kerap di sapa Foke mendapatkan penolakan dari PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Jerman terkait pencalonannyan sebagai Duta Besar RI untuk Jerman. Mengomentari hal ini, Basuki Thahaja Purnama mengaku merasa sedih karena menurutnya pemilihan Fauzi Bowo sebagai calon Duta Besar Indonesia untuk Jerman sudah merupakan hal yang tepat. Ia menambahkan bahwa Fauzi Bowo sangat tepat mendapatkan posisi tersebut karena yang bersangkutan pernah menjalani studi di Jerman dan tentu sudah mengenal kondisi Jerman.

Fauzi Bowo sendiri mendapatkan penolakan keras dari bandar bola terpercaya dan PPI Jerman terkait dengan kampanye hitam berbau suku, agama dan ras antara golongan pada saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 silam.  Dalam surat yang ditulis oleh PPI Jerman pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negery Marry Natalegawa, Ketua DPR Mazuki Alie dan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, mereka menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Fauzi Bowo tersebut bertentangan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di sana juga dituliskan bahwa, seseorang yang tidak menjunjung tinggi nilai keagaamaan tidak pantas untuk dipilih dan dicaloknan sebagai Duta Besar RI dan menjadi representasi RI di kancah Internasional.

Fauzi Bowo Dianggap Tak Pantas Oleh PPI Jerman

Di samping itu, PPI Jerman juga menyinggung program Jakarta-Berlin Sister City. Menurut PPI Jerman, seharusnya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo memiliki kesempatan besar untuk menggunakan pengetahuannya mengeni Jerman demi meningkatkan pembangunan di Jakarta, akan tetapi selamam program tersebut PPI Jerman merasa tak melihat hasil signifikan yang dapat dimanfaatkan dari hubungan tersebut untuk pembangunan Jakarta.

PPI Jerman juga menambahkan kepada agen bola terpercaya bahwa seharunya Duta Besar memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kerja sama dengan negara sahabat, dan sudah seharusnya tugas Duta Besar diberikan pada seseorang yang kompeten dalam bidang diplomasi dan juga memiliki dedikasi tinggi dalam melayani dan melindungi Warga Negara Indonesia. PPI juga menambahkan bahwa mereka sering kali melihat bahwa posisi yang sangat penting tersebut sering kali menjadi komoditas politik dari pemangku kebijakan. Dan menurut mereka bahwa bukanlah tugas presiden untuk mencarikan pekerjaan bagi seseorang yang telah kehilangan kepercayaan di kota yang dipimpinnya.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: