Post image for Gempa Aceh Hancurkan Ribuan Bangunan

Gempa Aceh Hancurkan Ribuan Bangunan

by Bandar Bola on July 4, 2013

Gempa bumi kembali melanda Aceh pada hari Selasa 2 Juli 2013 kemaren. Gempa berkekuatan 6, 2 skala richter yang terjadi di Bener Meriah dan Aceh tengah tersebut hingga saat ini tercatat sudah menelan sebanyak 24 orang korban jiwa dan 201 korban luka, dan diperkirakan ribuan bangunan rusak. BNPB memastikan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia diakibatkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan. Hingga saat ini BNPB baru mendata rumah yang rusak parah sebanyak 300 buah, yang terdapat pada dua kabupaten, yaitu Bener Meriah dan Aceh Tengah.

BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebenarnya beberapa waktu belakangan telah melakukan berbagai macam sosialisi terkait rumah tahan gempa, terutama di wilayah – wilayah yang memang merupakan wilayah rawan gempa bumi. Akan tetapi sayangnya hingga saat ini masih belum banyak masyarakat yang membangun rumah tahan gempa sebagai hunian mereka. Kesadaran masyarakat Indonesia  untuk membangun rumah tahan gempa memang masih rendah, padahal Indonesia adalah negara yang memiliki banyak wilayah yang dilewati oleh sesar aktif dan juga gempa daratan.

 

Rumah Tahan Gempa Jauh Lebih Mahal Ketimbang Rumah Biasa

 

Berdasarkan pernyataan Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, sedikitnya masyarakat yang membangun rumah tahan gempa disebabkan oleh faktor ekonomi. Harga dan biaya pembangunan rumah tahan gempa memang cenderung lebih mahal karena memiliki penanganan khusus di bagian siku dan fondasi.

Rumah tahan gempa memang memiliki harga yang lebih mahal sekitar 30 persen ketimbang rumah biasa. Mengingat faktor ekonomi mayarakat, tentu saja rumah tahan gempa menjadi hal yang sulit dijangkau oleh masyarkat pada umumnya. Karena itu hingga saat ini masih sangat sedikit rumah tahan gempa yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa.
Akan tetapi Sutopo Purwo Nugroho juga menyatakan bahwa hingga saat ini juga masih banyak masyarakat yang tetap mempertahankan bentuk – bentuk rumah dengan gaya tradisional, yang terbukti ternyata lebih mampu menahan guncangan gempa ketimbang rumah biasa. Ia menyatakan bahwa rumah – rumah tradisional yang dibangun dengan kearifan lokal sejak ratusan tahun yang lalu tersebut dapat bertahan dari goncangan gempa.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: