Post image for Ikhwanul Muslimin dan Krisis Politik Mesir

Ikhwanul Muslimin dan Krisis Politik Mesir

by Bandar Bola on July 4, 2013

Ikhwanul Muslimin adalah kelompok agama dan politik yang didirikan oleh sekelompok orang atas keyakinan bahwa Islam bukan hanya merupakan agama, namun juga adalah cara hidup. Kelompok Ikhwanul Muslimin ini menganjurkan agar masyarakat menjauhi sekularisme dan kembali sepenuhnya ke aturan Al – Quran sebagai dasar bagi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara. Pada dasarnya sebenarnya Ikhwanul Muslimin menolak berbagai penggunaan cara – cara kekerasan dalam pencapaian tujaunnya. Akan tetapi berdasarkan catatan, di masa lalu beberapa cabang kelompok ini pernah dikaitkan dengan sejumlah serangan.

Muhamad Mursi sudah menjabat sebagai presiden Mesir setelah terpilih dalam pemilihan umum pertama Mesir. Setahun telah berlalu dan saat ini jutaan masyarakat Mesir turun ke jalan untuk menuntut Presiden mereka tersebut mundur dari jabatannya. Keluhan utama para demonstran adalah tuduhan bahwa adanya upaya agar seluruh birokrasi pemerintahan diisi oleh orang Ikhwanull Muslimin, di mana Muhamad Mursi adalah salah satu anggotanya. Para demonstran pun menyalahkan kelompok ini sebagai pemicu berbagai masalah yang terjadi di Timur Tengah. Dan tak sedikit di antara mereka yang menganggap bahwa perkumpulan ini adalah cikal bakal dari militan islamis modern.

 

Ikhwanul Muslimin Bertahan Sejak 80 Tahun Lalu

 

Ikhwanul Muslimin telah menjadi bagian dari kancah politik di Mesir selama lebih dari 80 tahun dan asal mulanya dibentuk oleh Hassan Al-Banna pada tahun 1928 silam. Pada awalnya Al-Banna dan para pengikutnya dipersatukan oleh keinginan untuk mengusir Inggris dan menghilangkan pengaruh barat yang meraka anggap merusak di tanah mereka.

Di awal berdirinya, kelompok yang memiliki slogan asli “Islam Merupakan Solusi” ini memfokuskan diri pada pelayanan agama, pendidikan dan sosial. Namun seiring dengan waktu, Ikhwanul Muslimin pun mulai merambah ke ranah politik dan sering melakukan protes pada pemerintahan Mesir. Bahkan pada tahun 1948 kelompok ini pernah disalahkan karena serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjatanya, termasuk pembunuhan terhadap Mahmud Fahmi, Perdana Mentri Mesir saat itu, yang memerintahkan pembubaran kelompok ini. Dan Al-Banna sendiri terbunuh tak lama setelah kejadian tersebut. Kematiannya pun dianggap sebagai rencana pemerintah oleh para pendukungnya.

Selama tahun 1950 an kelompok ini bergerak di bawah tanah, dan selama beberapa dekade mengalami penindasan sehingga banyak anggotanya yang memilih kabur ke luar negeri sementara yang lainnya dipenjara. Tahun 1980 an Ikhwanul Muslimin menyatakan bahwa mereka mengingkari kekerasan dan berusaha untuk bergabung dengan proses politik arus utama, akan tetapi dilarang oleh rezim Hosni Mubarak.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: