Kusir Kereta dan Raja Egois

Kusir Kereta Dan Raja Egois

by Slot Mesin Online on January 31, 2013

Ada seorang raja yang suka sekali mendengar kata-kata manis. Dia tidak bs mendengarkan kata-kata yg melawan pendapatnya. Dia dikelilingi oleh bawahan yg hanya bs berkata manis tetapi tidak bs bekerja, sampai akhirnya negeri itu jatuh. Saat negeri itu jatuh, para pejabat itu smuanya tercerai berai, tidak ada satupun yg bersedia memperhatikan raja. Raja terpaksa melarikan diri bersama seorang kusir kereta.

Kusir mengendalikan kereta kuda & membawa raja kabur sampai ke hutan belantara. Raja hanya bs terkulai kelaparan & kehausan. Melihat ini, kusir dengan segera mengambil makanan kering, daging kering & arak utk diberikan kepada raja. Raja merasa bingung, drmn kusir mendapatkan ini smua? Setelah makan & minum dgn kenyang, raja bertanya, “Barang² ini kamu peroleh drmn?”

“Saya telah bersiap-siap sebelumnya,” kata kusir.

“Mengapa kamu sudah bersiap-siap?” tanya raja.

“Saya mempersiapkan ini hanya utk Paduka, agar pd saat pelarian
paduka tidak kelaparan & kehausan,” jawab kusir.

“Apakah kamu sudah mengetahui bahwa saya suatu hari akan mengalami pelarian ini?” tanya raja dgn perasaan tdk senang.

“Begitulah, saya telah memperhitungkan cepat atau lambat akan terjadi hal seperti ini,” jawab kusir.

“Kalau sudah tahu akan terjadi hal seperti ini, mengapa tidak memberitahu saya dr awal?” kata raja dgn perasaan tidak puas.

“Paduka hanya suka mendengar kata² pujian. Apabila saya mengajukan usul, meskipun yg diusulkan masuk akal, Paduka pst tidak akan suka mendengarkan & ada kemungkinan Paduka akan menghukum mati saya. Bila terjadi hal itu, hari ini tidak ada orang yg akan menemani di sisi Paduka. Tidak ada yg dpt memberikan makanan & minuman lg,” kata kusir

Mendengar perkataan kusir, raja menjadi marah sekali. Mukanya menjadi ungu & dengan keras membentak si kusir.
Melihat keadaan ini, kusir menyadari bahwa penyakit raja ini sudah tidak ada obat penyembuhnya, kematian sudah menghampiri tetapi tidak mau sadar & berubah jg.

“Mohon Paduka jgn marah, saya telah salah berbicara,” kata kusir segera.

Keduanya berdiam diri. Setelah kereta kuda berjalan beberapa waktu, raja lalu bertanya lagi, “menurutmu, mengapa saya dapat kehilangan negeri & jadi pelarian?”

“Kusir berpikir bahwa dia harus merubah cara bicara. “Karena Paduka terlalu welas asih & baik,” katanya.

“Mengapa raja yg welas asih & baik tidak dpt menikmati kegembiraan di istana & melewati hari dgn tenang, malah sebaiknya harus menjadi pelarian seperti ini?” tanya raja dgn perasaan tertarik setelah mendengar perkataan kusir.

“Selain Paduka yg begitu welas asih & baik, raja yg lain semuanya bukan org baik. Mereka iri kepada Paduka & akhirnya menyebabkan Paduka harus kabur seperti ini.” kata kusir.

Mendengar penjelasan ini, hati raja menjadi nyaman. Sambil duduk bersandar, dia bicara sendiri, katanya, “Apakah menjadi raja yg baik harus mengalami kepahitan seperti ini?” Kemudian kepalanya terasa berat karena rasa kantuk yg amat sangat & akhirnya raja tertidur di lutut kusir.

Saat itu, kusir sudah memahami sepenuhnya bahwa raja ini adalah raja yg sama sekali tidak berguna. Dia merasa mengikuti raja seperti ini tidak ada nilainya. Karena itu, kusir memutuskan utk pergi. Dia pindahkan kepala raja dr lututnya ke atas batu, lalu dia pergi jauh meninggalkan sang raja tanpa menoleh lg.

Akhirnya, sang raja mati dimakan binatang buas di hutan belantara tersebut.

 

Kebijaksanaan yg terkandung :

Orang yg hanya suka mendengarkan pujian & tidak mau mendengarkan kritikan yg membangun, suka mempertahankan pendapat sendiri & berbuat seenaknya tanpa mau menerima saran & ide orang lain, adalah orang yg tidak mau menyadari kesalahannya sendiri & pada akhirnya pasti akan memperoleh akhir yg menyedihkan.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: