American Shutdown

Masa Suram Amerika, Kemarin Shutdown Sekarang Default

by Bandar Bola on October 12, 2013

Amerika Serikat baru-baru ini mengalami shutdown yaitu pemerintah Amerika Serikat mengurangi layanan akibat krisis anggaran. Namun dalam waktu dekat ini ada masalah baru lagi yang akan menimpa Amerika Serikat yaitu ancaman default. Tenggat waktu pembayaran utang Amerika Serikat sudah sangat dekat. Agen bola terpercaya melihat Amerika Serikat harus membayar hutangnya pada tanggal 17 Oktober 2013 nanti. Namun, Kongres masih belum menyetujui rencana anggaran yang baru terutama mengenai debt ceilling atau menaikan plafon hutang baru. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry mengatakan bahwa apa yang terjadi merupakan masalah politik antara partai Demokrat dan partai Republik.

Ancaman default Amerika Serikat ini sudah menjadi perhatian negara-negara lain. Pemerintah Jepang dan China juga sudah mencoba memperingatkan Amerika Serikat mengenai default ini. Jika Amerika Serikat sampai default maka akan mempengaruhi pasar saham dan keuangan dunia. Jepang juga khawatir akan obligasi mereka yang besar di Amerika Serikat yaitu sebesar US$ 1.4 triliun. Kekhawatiran China juga beralasan kuat, pasalnya China adalah negara pemberi kredit yang besar di Amerika Serikat dan juga obligasi China di Amerika Serikat sebesar US$ 1.28 triliun. Oleh sebab itu, ancaman default ini akan mengakibatkan kekacuan perekonomian dunia.

Jepang dan China Mulai Khawatir dengan Ancaman Default Amerika

Awalnya Jepang tidak mengkhawatirkan masalah yang terjadi di Amerika Serikat. Shutdown yang terjadi baru-baru ini ditanggapi oleh perdana menteri Jepang hanyalah sebagai masalah internal Amerika Serikat dan yakin Amerika Serikat mampu mengatasi nya. Namun ancaman default mulai meresahkan Jepang. Perdana Menteri Jepang mengatakan kepada bandar bola terpercaya masalah anggaran di Amerika Serikat dapat mengacaukan perekonomian dunia dan Perdana Menteri Jepang, Abe akan menemui Menteri Keuangan Amerika Serikat untuk membahas masalah ini. Pemerintah China juga meminta Amerika Serikat segera memulihkan keadaan dan memastikan Investasi China di Amerika aman.

Menurut Direktur PT Bahana TWC Investment Managemen, Budi Hikmat, Indonesia juga harus mengkhawatirkan ancama default Amerika Serikat. Default ini nantinya akan mempengaruhi perlambatan ekonomi global sehingga akan mengganggu harga komoditas ekspor di Indonesia.

 

 

Leave a Comment

Previous post:

Next post: