Rumah Menolak Digusur

Menolak Digusur, Sebuah Rumah Berada Di Tengah Jalan Raya

by Slot Mesin Online on February 18, 2013

Berita penggusuran memang seringkali membuat hati kita miris mendengarnya karena seiring dengan munculnya deretan berita tersebut pasti akan ada pihak yang tersakiti. Terkadang proses penggusuran selalu menuntut orang-orang yang memiliki tanah menjual aset mereka karena akan ada proyek, seperti pembangunan real estate, pembangunan mall, ataupun pembangunan jalan raya. Mau tidak mau terkadang orang-orang memiliki tanah di daerah target akan digusur. Namun bagaimana jika sang pemilik tidak mau rumahnya digusur?

Beginilah yang terjadi di Cina, tepatnya di kota Zheijiang. Jika anda berkesempatan mengunjungi negeri tirai bambu ini, sempatkanlah melintas di jalan raya Wenling. Maka disana anda akan merasa terkejut seperti apa yang dirasakan oleh Agen Bola kala melihat pemandangan tidak biasa. Kehati-hatian perlu dimiliki saat anda melintasi jalan ini karena saat anda melintas terlalu kencang, bisa saja anda menabrak sebuah rumah yang berdiri tepat di tengah jalan raya Wenling itu. Rumah yang berlantai 4 ini adalah rumah yang menolak digusur saat berita penggusuran didengar oleh para penghuninya. Sang pemilik yang tidak lain adalah Luo Baogen menolak penggusuran tersebut dengan alasan penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk membangun jalan raya tidak memberikan ganti rugi yang sepadan untuk pindah dan membangun rumah yang baru.

 

Sedikit Gambaran Tentang Rumah Luo

 

Berita penggusuran itu tidak lantas membuat Luo Baogen merasa takut karena ia memiliki sertifikat legal tentang kepemilikan aset tempat tinggalnya itu. Walau seluruh tetangganya setuju dengan uang ganti rugi yang diberikan oleh pemerintah dan sudah meninggalkan kawasan itu, namun Luo tetap bersikukuh dan enggan meninggalkan kediamannya. Agar rumahnya tetap kokoh, maka dinding rumah tetangga di samping kanan dan samping kirinya tetap dibiarkan sebagai penyangga bangunan inti rumah Luo. Dengan tembok rumah tetangga yang belum dirapikan itu, malah membuat tempat tinggal Luo terkesan kumuh.

Memang saat ini pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena berdasarkan hukum mereka harus mengantongi persetujuan warga terlebih dahulu jika ingin melakukan penggusuran. Setelah berita penggusuran ini beredar, Luo memang masih bisa hidup tenang karena jalan raya ini belum resmi dibuka sehingga lalu lalang kendaraan belum ramai terlihat. Entah apakah Luo masih bisa bertahan atau malah menyerah ketika dirinya mulai disiksa suara bising dari kendaraan yang melintas jika jalan tersebut sudah diresmikan nantinya.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: