Luis nani menangis

Nani Menangis Usai Dikartu Merah

by Slot Mesin Online on March 7, 2013

Luis Nani kini bisa dikatakan sedang bersedih hati lantaran dirinya bisa saja dituding sebagai sebab Manchester United tersingkir dari ajang bergengsi Eropa, Liga Champions. Pemain yang masa depannya masih belum jelas dengan The Red Devils tersebut bisa saja dituding lantaran pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid itu ia diganjar kartu merah oleh wasit. Mengenai perasaan Nani setelah laga itu berjalan, pihak media juga kesulitan mencari informasi lantaran baik informasi tentang perasaan Nani maupun tanggapan Manchester United atas insiden itu sangat minim

Namun Bandar Bola berhasil menghimpun informasi dari salah seorang rekan Luis Nani yang mengaku menjadi tempat curhat pemain tersebut usai dikeluarkan dari lapangan. Adapun sebab Nani diganjar kartu merah tidak lain ialah Nani dinilai melakukan pelanggaran pada Alvaro Arbeloa. Mengenai kartu merah itu, banyak pihak yang menganggapnya kontroversial meski semua orang tahu bahwa keputusan yang dikeluarkan wasit sudah tidak bisa diganggu gugat. Berkat kartu merah itu, Manchester United yang unggul 1-0 di menit ke-56 harus bermain dengan 10 pemain dan akhirnya tersingkir dari Liga Champions usai dikandaskan pasukan Jose Mourinho dengan skor 2-1

 

Curhat Nani Pada Rekannya

 

Usai laga krusial tersebut, pelatih Setan Merah, Sir Alex Ferguson lantas menyerahkan semua hak berbicara pada pers dalam konferensi pers usai laga pada asistennya, Mike Phelan. Ironisnya, para pemain Manchester United termasuk Luis Nani dilarang berbicara pada publik yang kemudian menjadikan arus informasi tentang klub raksasa Inggris tersebut menjadi terbatas. Namun rekan Nani yang tak ingin disebut namanya mengungkapkan sebuah rahasia bahwa pemain asal Portugal tersebut menangis kala bercerita padanya tentang kartu merah naas tersebut.

Ia menyampaikan keadaan Luis Nani usai laga sangat menyedihkan dimana Nani meneleponnya dan menangis. Menurut penuturan sumber, Nani terus menangis seraya mengatakan “Apakah aku pantas memperoleh kartu merah itu? Apakah aku layak?” bagi Nani, malam itu adalah salah satu malam penting dalam hidupnya dimana semuanya berakhir dan hatinya-pun hancur.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: