Pembunuhan sadis

Pemuda di AS Mutilasi Ibunya

by Slot Mesin Online on March 2, 2013

Pembunuhan sadis dikabarkan terjadi di Amerika Serikat saat salah satu pemuda bernama Bashid McLean menjadi topik terhangat lantaran perbuatan kejinya membunuh dan memutilasi ibu kandungnya. Kejinya lagi, Bashid sempat mengabadikan dirinya menggunakan kamera ponsel dengan potongan kepala sang ibu digenggam di tangan kirinya. Menurut kesaksian yang diberikan oleh sang bibi, Bashid memang salah satu tersangka yang paling kuat dalam kasus pembunuhan wanita berusia 45 tahun bernama Tanya Byrd McLean lantaran usai membunuh ia sempat mengunggah beberapa tulisan soal pembunuhan dan video di MySpace. Tak hanya itu, Bashid juga sempat beberapa kali menulis status bahwa ia ingin membunuh sang ibu di akun Twitter miliknya.

Aksi pembunuhan sadis yang dilakukan Bashid diketahui oleh Agen Tangkasnet bermula pada hari Selasa malam, 26 Februari waktu Amerika Serikat. Sebelumnya ia mencari tahu cara menutupi jejak pembunuhan dan menyamarkan jejak dengan menyebar potongan tubuh Tanya pada 4 tempat berbeda di wilayah Bronx Morrisania, New York pada 27 Februari malam. Para tetangga di sekitar apartemennya mulai curiga lantaran di tanggal 27 tidak terdengar suara pertengkaran anak-ibu yang sudah rutin terjadi tiap hari lantaran perilaku Bashid yang kian memburuk setiap harinya. Kekhawatiran tetangga bertambah ketika melihat pemuda 23 tahun tersebut membawa sejumlah kantong berukuran besar. Pada mulanya mereka menduga itu sampah, namun semua terjawab ketika pada 28 Februari pagi seorang pejalan kaki beserta anjingnya menemukan kaki kanan Tanya dalam kantong plastik di tempat sampah.

 

Penuturan Saksi Tentang Penemuan Kaki Tanya

 

Ketika dekat dengan tempat pembuangan tersebut, anjing yang dibawa berjalan-jalan dengan pemiliknya ini langsung menyalak dan menghampiri tempat dimana potongan kaki milik Tanya dibuang oleh tersangka pembunuhan sadis yang merupakan anak kandungnya sendiri. Pada saat itu kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi yang 12 jam setelahnya langsung membekuk Bashid.

Si pejalan kaki menuturkan bahwa sejak menemukan salah satu potongan tubuh korban pembunuhan sadis itu ia sangat susah tidur. Pembunuhan ini memang tergolong sadis dan si tersangka patut disebut pembunuh berdarah dingin karena sorot matanya tidak menyiratkan rasa bersalah sedikitpun usai memotong tubuh wanita yang melahirkannya dengan gergaji mesin. Bahkan Bashid menyebutkan dirinya yak bersalah, ia hanya membantu ibunya supaya cepat mati karena sedang sekarat di depan penegak hukum tanpa memberi deskripsi tentang penyakit yang diderita Tanya.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: