Kasus penghinaan dunia maya

Penghinaan Dunia Maya Yang Berujung Di Dunia Nyata

by Slot Mesin Online on February 8, 2013

Kasus penghinaan memang kerap disebut sebagai tindakan kriminal yang harus berurusan dengan hukum. Kasus penghinaan tersebut tidak hanya berlaku pada kejadian yang terjadi di dunia nyata, namun juga pada kasus serupa yang terjadi di dunia maya tepatnya di akun jejaring sosial seseorang. Jika anda juga memiliki akun salah satu jejaring sosial yang marak digunakan saat ini, hati-hatilah memposting tulisan disana karena jika salah sedikit, maka urusannya bisa berujung pada pihak kepolisian. Jika anda menulis hal dengan nada menghina dan menyebar fitnah, bahkan bisa terancam pasal penghinaan yakni pasal 27 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang tidak menutup kemungkinan akan dihukum penjara selama 6 tahun dengan denda sebesar 1 miliar rupiah.

 

3 Kasus Penghinaan Dunia Maya Yang Berujung Pada Hukum

 

Berikut Agen Sbobet telah merangkumkan 3 kasus penghinaan yang dilakukan di dunia maya dan berakhir di muka hukum.

  • Kasus Bupati Syamsuddin Hamid Batara.
    Bupati wilayah Pangkep, Sulawesi selatan harus melaporkan Budiman yang merupakan seorang guru SMP Negeri Ma’rang, Pangkep kepada pihak kepolisian karena komentar akun Facebook-nya di salah satu foto mantan bupati Almarhum Syafruddin Nur dengan mengatakan “Sebagai bupati yang selalu dikenang (Syafruddin Nur), tidak seperti bupati sekarang (Syamsuddin Hamid) bupati terbodoh di dunia”.
  • Kasus Farhat Abbas.
    Salah satu pengacara kondang ini terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian karena kicauan di akun twitter pribadi miliknya yang bernama @farhatabbaslaw telah dianggap menghina etnis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pelaporan Abbas ke kepolisian oleh Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dikarenakan suami Nia Daniati itu tidak mau meminta maaf secara kekeluargaan setelah memposting kalimat “Ahok sana sini plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke org umum katanya! Dasar ahok plat aja diributin! Apapun platnya tetap C***!”.
  • Kasus Denny Indrayana.
    Wamenkum HAM, Denny Indrayana-pun tak bisa mengelak dari jeratan hukum setelah pada tanggal 18 Agustus 2012 kemarin ia berkicau bahwa advokat yang membela koruptor juga bisa dikategorikan sebagai koruptor. Salah satu advokat Indonesia, OC Kaligis yang tidak terima dengan kicauan itu melaporkannya ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2010/VIII/2012/PMJ/Dit.Reskrim.Um atas kasus penghinaan dan pencemaran nama baik.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: