PSSI

PSSI Dikritik Terkait Pengelolaan Timnas Indonesia

by Slot Mesin Online on February 9, 2013

PSSI yang diketuai oleh Djohar Arifin Husin, baru-baru ini mendapat kritikan tajam. Sebuah pengakuan dari mantan pihak internal bernama Desy Christina menguak fakta bahwa PSSI dinilai sangat tidak becus dalam mengelola Timnas Indonesia. Mantan media officer & corporate secretary Timnas Indonesia PSSI tersebut memaparkan fakta-fakta tersebut melalui tulisan panjang pada blog pribadinya.

Banyak kebobrokan PSSI yang diungkap oleh Desy Christina dalam blognya. Salah satu di antaranya adalah pengangkatan manajemen timnas lainnya yang dilakukan hanya melalui Surat Keputusan (SK), bukannya dengan surat kontrak, sehingga pihak PSSI tak menyediakan tunjangan tambahan semisal asuransi kesehatan, Jamsostek, dan sebagainya.

Pengelolaan hal administrasi Timnas Indonesia dinilai amburadul, misalnya dalam hal mengurusi visa, pergantian pemain, paspor, dan lain-lain saat pemain timnas bakal berlaga uji coba di luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan kerap kali terjadi pemain timnas yang tidak dapat bertanding ke luar negeri dikarenakan masalah administrasi tersebut. Salah satunya yaitu pada saat timnas melawat ke Palestina dalam ajang Al-Nakhbah tahun 2012 lalu.

Atasan PSSI tak mau tahu kesulitannya itu seperti apa, tetapi tetap minta pemain bisa dibawa. Toh pada akhirnya paham pas di Yordania susah untuk masuk ke Palestina. Mereka telah diingatkan oleh kami tetapi keras kepala. Belum lagi soal ketegasan uang saku kerap kali berubah. Informasi kepada para pemain sering menjadi simpang-siur.

 

Desy Christina Ceritakan Kejadian PSSI Maret 2012

 

Desy Christina sebagai mantan orang dalam PSSI juga menceritakan kepada kasino bola kejadian memalukan pada bulan Maret 2012, di mana 3 skuad timnas bakal melakoni pemusatan latihan di Yogyakarta. Ppengelolaan keuangan bagi timnas oleh PSSI saat itu sangat payah. Sehingga Desy Christina dan rekannya terpaksa pasang muka tembok untuk negosiasi dengan pihak terkait demi menekan biaya meskipun mesti menahan rasa malu.

”Anggap saja, misal seharusnya satu juta ke atas, saya bisa menego hingga angka 325 ribu. Namun, dana belum cair, padahal pemusatan latihan akan dimulai dalam waktu tiga hari ke depan. Saya datang lagi dan setengah mati nego, pada akhirnya dengan baik hati pihak hotel pun memberikan jaminan untuk masuk

Comments on this entry are closed.

Previous post:

Next post: